Mesin pabrik tiba-tiba kepanasan dan pusat daya tak bisa dimatikan; jika dibiarkan mesin bisa meledak dan membakar pabrik. Saat pekerja panik, seorang pria diperintahkan masuk menutup mesin secara manual; Pak Toni rela melakukannya meski berisiko nyawa, menyebut istri dan anaknya menunggu di rumah. Ia berhasil menghentikan kerusakan dan mendapat pujian, namun rekan menegur karena mempertaruhkan nyawanya. Pak Toni membuat komentar tajam, Kalau mati di sini, Yunita lebih senang. Setelah menyuruh semua pulang, pekerja kembali memanggilnya dan adegan berakhir dengan teriakan 'Pak Toni cabul', meninggalkan nasib dan reputasinya tak jelas.
Pak Toni mendapat laporan penyakit alzheimer dan menolak pengobatan karena takut kehilangan ingatan dalam tujuh hari dan khawatir kalau ia dirawat saat pabrik sedang PHK, semua pekerja bisa kena PHK. Bu Hani memohon agar ia tidak pergi, sementara Toni bersikeras mencari "tempat yang nggak bisa ditemukan orang" dan menyebut mati sebagai kebebasan. Yunita hadir dan seseorang mengingatkan nasib anak jika Toni pergi. Toni mengungkap 20 tahun pernikahan tanpa cinta dan kurangnya keintiman. Episode berakhir ketika Toni berkata, "Hari ini... aku akan kasih kau," meninggalkan keputusan dan konsekuensi yang belum terselesaikan.
Suaminya mendatangi Yunita dan menawar satu kali hubungan intim jika Yunita menjamin Denny diangkat jadi akuntan pabrik setelah 20 tahun menikah. Yunita membela Denny — yang disebut seperti saudara sejak kecil dan pernah meninggalkannya demi masa depan — lalu menolak hadiah itu dan mengusir pria tersebut. Meski begitu pria itu memastikan Denny jadi akuntan, mengaku berutang budi dan berjanji 'aku akan memuaskanmu'. Ia kemudian menyatakan tujuh hari lagi ia akan mati dan ingin menggunakan tindakan terakhirnya untuk menyelamatkan karyawan; pilihan Yunita tetap menggantung.
Yunita menyambut Denny yang baru pulang dari ibu kota dan menyiapkan makan karena tubuh Denny lemah. Di meja muncul daging yang semula disimpan untuk kesehatan Pak Toni; perdebatan memanas saat beberapa orang menyuruh daging dikembalikan dan menuduh Denny mengambilnya. Ketegangan memuncak ketika Pak Toni tiba-tiba ambruk, mereka berusaha mengangkatnya dan Denny merasa bersalah. Seorang lain mengungkapkan Pak Toni sebenarnya lama menderita sakit lambung yang disembunyikan, sehingga kesalahan dipertanyakan. Pak Toni akhirnya sadar dan, bukannya mengenali, ia bertanya, "Siapa kau?", meninggalkan kebingungan identitas yang belum terjawab.
Episode dimulai saat Toni dicurigai pura-pura amnesia dan Yunita membela bahwa Toni benar-benar lupa, sementara orang menuduhnya ingin menjadi istri kepala pabrik. Toni mengaku sakit, ingin melupakan rasa sakit dan menyebut ada batas waktu: enam hari lagi semuanya berakhir. Denny, teman kecil Yunita yang cedera pinggang, diizinkan tinggal di rumah Pak Toni; Yunita menawarkan tinggal di kantor untuk melindungi reputasi. Pak Toni menyerahkan rumah kepada mereka, tapi ketegangan tumbuh—Yunita merasa menjadi orang ketiga di rumahnya sendiri dan tiba-tiba dihadapkan pada pertanyaan konfrontatif yang belum terjawab.
Episode dibuka dengan seseorang yang memohon kepada Kak Toni agar tidak membunuhnya, mengakui kesalahan dan berjanji menjauh. Adegan berpindah ke rumah; Toni merapikan selimut, bicara tentang Denny, dan seorang wanita mengatakan 'seharusnya aku yang pergi' lalu merestui hubungan karena 'dia begitu cinta kau.' Di pabrik, Pak Toni menolak tawaran uang atau jabatan dari Pak Stevan dan bersikeras tidak ada pekerja yang di-PHK setelah restrukturisasi; Stevan mengingatkan kerugian. Toni kemudian mengungkap ia akan mati dalam lima hari dan menolak suap. Yunita setuju memenuhi satu permintaan dan menunggu Toni yang akhirnya tiba, meninggalkan keputusan besar dan ancaman hidupnya belum terselesaikan.
Denny datang membawa kue ke Yunita, tapi Yunita marah karena Toni tidak hadir dan menilai pabrik lebih penting. Percakapan memanas: Yunita mengancam tidak akan datang lagi jika Toni terus absen, sementara Denny menenangkan dengan menawarkan makanan yang dimasaknya—ia bahkan melanggar kebiasaannya soal berbagi sendok demi Yunita. kemudian diketahui Grup Investasi memberi mobil kepada Pak Toni; Toni bilang mobil itu untuk pabrik namun mengajak Yunita jadi orang pertama yang naik. Episode berakhir saat Yunita memanggil Denny, pilihan yang belum terselesaikan tetap menggantung.
Yunita terluka di Pabrik Darum setelah insiden kecil; Toni mendesak menolongnya meski Yunita menolak karena Toni bersikap aneh belakangan. Toni menahan tangannya, menyeka darah, dan menyelesaikan perawatan sementara sampai kepala pabrik muncul, memerintahkan agar Yunita dibawa ke klinik dan meminta Denny merawatnya. Yunita mengungkapkan ia tak akan memaafkan sikap Toni beberapa hari itu. Toni tetap berjanji memberi kebahagiaan yang ia inginkan. Malamnya Toni mengaku menginap di asrama teman kantor, seseorang lalu mengabarkan akan datang, meninggalkan janji Toni dan kedatangan tamu sebagai keputusan yang belum terselesaikan.
Yunita tiba dan mendapati Denny di ranjang Toni, lalu menuduh Toni mempermalukannya. Toni membela diri: dia membantu Denny yang 'lemah' dan menyangkal hubungan intim, bahkan menyuruh Yunita mengejar impiannya. Yunita mengecamnya sebagai pengecut dan mendesak berhenti berpura-pura. Ketegangan memuncak ketika Toni tiba-tiba marah, kemudian terlihat terpincang dan harus dibawa ke rumah sakit; ada orang yang berteriak minta tolong. Di akhir, Toni mengaku, "Aku Toni Juwan. Aku demensia," menyatakan ingin melupakan semuanya, meninggalkan Yunita dan Denny dengan kebingungan dan konsekuensi yang belum jelas.
Desas-desus menyebut istri Pak Toni tidak pulang karena merawat pria lain, lalu Toni dipanggil untuk bicara di tempat kerja. Ia terdengar pelupa, bilang banyak yang tak diingat dan menyebut demensia sebagai pelarian. Toni membereskan urusan sekolah anak, mengurus pencairan pensiun, tapi menyatakan ia ingin pergi dan menemui Yunita terakhir kali. Konfrontasi dengan Yunita memanas, dia menuduh Toni membuat malu, Toni menjawab ia tak mencintai, hanya kasihan, dan akan tetap jaga Denny. Setelah pamit singkat, baju Toni ditemukan hilang; Toni menghilang, meninggalkan kebingungan dan ketakutan akan kepergiannya.