Episode dimulai dengan taruhan berbahaya di mana beberapa orang menembak botol di kepala untuk uang, memperlihatkan perilaku ceroboh sebagian karakter. Selanjutnya Yani dipanggil ayahnya karena absen saat konferensi pers penting; CEO Marco juga tak hadir sehingga perusahaan kehilangan wajah publik. Ayah memberi Yani tugas mengurus perayaan tiga hari ke depan; Grup Gilman meminjam besar dan harus mengamankan pesanan besar. Pak Josep menelpon menawarkan kontrak Grup Ningsih senilai 200 triliun tapi meminta Marco yang menandatangani. Marco berjanji datang karena utang budi pada Pak Nando, namun memperingatkan ia tak akan bersabar setelah kontrak—meninggalkan tanda tangan dan nasib deal tergantung kehadirannya.