Di pesta perusahaan, karyawan mengkonfrontasi Bu Yani karena mempermalukan seseorang yang berjasa; keributan memuncak saat Nina, direktur Grup Yumina, tiba dan menawari Pak Marco posisi CEO dengan 50% saham serta otoritas penuh. Beberapa tamu mengejek Marco sebagai "sampah" dan memerintahkannya berlutut, sementara pendukung menyanjungnya sebagai pembuat mobil laku dan pahlawan Negara Lambi. Bentrokan kata-kata mengungkap perpecahan di antara tamu dan pemimpin; tawaran Nina menjadi titik balik yang menantang otoritas Bu Yani. Episode ditutup dengan Pak Nando menenangkan hadirin dan menunggu keputusan Marco, meninggalkan pilihan dan konsekuensi yang belum terselesaikan.