Bu Yani berencana memecat Pak Marco dan merekrut seorang teman lama—lulusan Universitas Merandi Negawa Mawi—sebagai CEO untuk mengambil alih Grup Gilman. Di kantor, Pak Marco menutup rapat teknis dan menghadang Bu Yani; mereka berkonfrontasi ketika Yani menuntut keterlibatan sebagai direktur dan dituduh mencoba merebut kekuasaan. Marco menegaskan keberhasilan proyek Hario A400 krusial bagi harga saham dan menolak keputusan tergesa-gesa, sementara Yani bersikukuh akan menunjukkan arah perusahaan. Konflik memuncak dengan ancaman pemecatan dan perdebatan tentang masa depan menjadi perusahaan mobil; episode berakhir menggantung saat Marco dipanggil terkait kontrak, keputusan besar belum diambil.