Anya, seorang kultivator, berusaha mengambil kembali keberuntungannya dari Kania, yang telah mencuri identitas dan nasibnya. Seorang teman memperingatkan bahwa mengambil paksa justru akan membuat Anya menyerap semua kesialan Kania. Ia pun mengusulkan untuk langsung membunuh Kania sebagai jalan pintas agar keberuntungannya kembali. Gurunya menegur Anya, mengingatkan bahwa sebagai kultivator, ia tidak boleh sembarangan menyakiti orang dan harus mengumpulkan pahala. Guru menyarankan agar Anya menggelar jamuan penyambutan untuk mengumumkan statusnya sebagai putri asli Keluarga Wira, lalu menggunakan Jimat Pengubah Takdir untuk mengembalikan keberuntungannya secara sah. Anya masih ragu karena belum ada bukti bahwa pihak lain terlibat dalam pembantaian desa 18 tahun lalu, sehingga karma belum dapat dijatuhkan. Ia mengeluh tentang kerumitan itu dan lebih memilih solusi langsung.