Seorang ibu mertua mempertanyakan sang ayah, suaminya, mengapa ia diam-diam memberi angpao kepada cucu perempuannya melanggar tradisi keluarga. Ayah itu membela diri dengan tegas, menolak disebut tidak tahu budi. Ibu mertua lalu mengecam menantu perempuannya, Jodi, yang disuruh minta maaf oleh suaminya, namun Jodi menolak dengan sinis. Setelah sang cucu diantar keluar, ketegangan meletus. Jodi menuduh keluarga mertuanya selama ini hanya mengambil keuntungan: mahar yang tidak dikembalikan, hutang yang tidak dibayar, serta pensiun bulanan dan dana besar yang selalu mereka minta. Kemarahannya memuncak saat ia mengungkap bahwa uang angpao yang dibagikan ayah mertua pun berasal dari dia sendiri, menelanjangi sikap munafik keluarga tersebut.