Suami menegur ibu mertua yang mengeluhkan penggunaan uangnya, memicu konfrontasi. Ipar laki-laki memaki suami dan mengancam akan memukulinya, sementara suami mengecamnya sebagai 'sampah' dengan mengungkap bahwa uang kuliah dan rumah ipar itu berasal dari jerih payahnya. Suami menuntut agar ibu mertua meminta maaf kepada putrinya dan memberikan angpao. Ibu mertua menolak mentah-mentah, dan istri malah menyalahkan suami karena tidak tahu terima kasih dan memperbesar masalah. Merasa dikhianati oleh keluarga yang selama ini ia korbankan, suami akhirnya menyatakan bahwa perayaan tahun baru tidak perlu dilanjutkan, meninggalkan ketegangan yang belum terselesaikan.