Denny mendapat tekanan keras karena belum mencapai tingkat pedang yang diharapkan, meski bertubuh pedang dan memiliki bakat luar biasa. Ia gagal mengendalikan kesetiaan pedangnya dan mengaku belum memahami Pedang Niat sama sekali. Saat diminta menunjukkan kemajuannya, Denny justru menghancurkan pedang warisan ibu mereka untuk membina ulang pedangnya sendiri, membuat semua orang terkejut dan mempertanyakan keputusannya. Tekanan meningkat karena waktu sekte yang semakin sedikit, sementara Denny bersikeras mengikuti jalannya sendiri, memicu ketegangan yang belum menemukan solusi.