Kaden berlatih piano dan vokal untuk memberi hadiah pernikahan kepada Kak Rani yang akan menikah dengan Kak Kairo, tetapi ia merasa tak berbakat, menyebut dirinya sampah dan meragukan kedua tangannya. Ibu berencana mengundang Pak Hardi, ahli musik kota, agar Kaden dilatih, namun keluarga mendengar Hardi hanya mau mengajar orang yang sudah berbakat sehingga tak bisa dibayar. Kaden takut gagal memberi hadiah sempurna dan Kakak merasa bersalah karena menyia-nyiakan ketulusannya. Kakak berjanji tidak akan membiarkan Kaden menyesal, meninggalkan ketidakpastian apakah mereka bisa meyakinkan Pak Hardi.