Kairo dipaksa keluarga menandatangani 'kontrak darah' yang meminta tahun hidupnya dikorbankan agar adiknya, Kaden, bisa meningkat bakat musiknya dan mendapat bimbingan Pak Hardi. Seorang anggota keluarga juga menuntut kontrak tambahan supaya Peter jatuh cinta pada dia, sambil mengancam akan mengusir Kairo jika menolak. Kairo protes sebagai anak kandung yang diperlakukan tidak adil, namun tekanan dan ancaman membuatnya akhirnya menandatangani beberapa kontrak secara terpaksa. Ia berjanji melunasi utang budi keluarga, lalu menyatakan, 'Mulai sekarang, aku dan Keluarga Linggo hubungan lagi', meninggalkan masa depan dan harga yang harus dibayar.