Di rumah, Kairo mendesak Kak Kara menandatangani 'kontrak darah' yang akan mengorbankan umur hidupnya demi menyelamatkan Kaden, yang sampai melukai diri sendiri saat belajar piano. Kak Kara menolak, menuduh Kairo selalu lebih memedulikan Kaden daripada dirinya; Kairo membalas bahwa pengorbanan sekali lagi bisa membuat Ayah dan Ibu memaafkannya dan melunasi utang budi dari lima tahun lalu. Setelah argumen dan pengakuan sumpah lama, Kak Kara akhirnya setuju dan menandatangani; kontrak itu sekaligus memutuskan hubungan mereka, meninggalkan ketidakpastian apakah pengorbanan itu benar-benar akan menebus masa lalu.