Episode dibuka dengan Lia yang berbisik bahwa dalam lima hari ia bisa benar-benar pergi, menandai niatnya. Yeri baru keluar dari rumah sakit dan Kak Erik merawatnya saat keluarga berkumpul. Mereka khawatir karena wajah Lia tetap pucat dan Lia sering pergi tanpa memberi tahu, sehingga Ayah menegur dan memperingatkan agar ia tidak meninggalkan rumah demi Yeri. Semua orang sudah menyiapkan kado untuk Erik hari itu; Erik menanyakan kado Lia, namun Lia tak punya. Ayah lalu mengatakan ada satu kado yang cuma Lia bisa berikan—ucapannya terputus, meninggalkan pilihan Lia yang belum terselesaikan.