Tia mengungkapkan keinginan kuatnya untuk pindah ke keluarga baru yang benar-benar menghargainya, bukan yang meninggalkannya seperti sampah. Kakek dan ayahnya protes, tapi paman Oki dan bibi Rani bersedia menerimanya sebagai keluarga. Kakek resmi menetapkan Tia sebagai anggota keluarga pertama, menggantikan nama di silsilah. Di sisi lain, ayah memberi tekanan kepada Toni untuk mengamankan proyek penting, yang menjadi syarat mempertahankan posisi kepala keluarga. Tia bersikeras membantu paman Oki meraih puncak, bertekad merebut proyek yang sudah didapat Toni, memicu konflik baru yang belum selesai.