Tia meyakinkan orang tuanya untuk merebut kembali proyek penting yang menurutnya adalah hak keluarga mereka. Namun, ayahnya menolak terlibat perebutan dan sudah menandatangani surat kerjasama dengan pihak lain. Tia bertekad menggagalkan kesepakatan itu dan mempertahankan ambisinya, meski mendapat peringatan keras dari Kak Fred agar segera minta maaf dan meninggalkan usaha itu, dengan ancaman akan berakhir buruk jika tidak. Ketegangan memuncak ketika Tia mendapat tekanan sekaligus perlawanan dari keluarganya, meninggalkan konflik yang belum usai terkait masa depan dan harga diri keluarga mereka.