Pak Arya tiba dengan membawa surat pengumuman penting yang menandai keputusan final tentang proyek taman teknologi di barat kota. Ia menghadapi tuduhan dan sikap dingin keluarga yang menganggapnya pembawa sial dan pengkhianat karena dulu memberikan hasil proyek pada orang lain dan menyebabkan masalah besar. Pak Arya menegaskan dia akan membalas perlakuan itu, mengancam akan menyeret mereka ke neraka di depan umum. Ia berjanji mempermalukan Tia dan keluarganya di hadapan Kusna, kecuali mereka memohon ampun padanya—yang tentu saja dia tolak. Ketegangan meningkat saat ia mengumumkan bahwa taipan hanya memilih satu mitra kerja sama dari lebih dari seribu perusahaan, dan nama terpilih segera terungkap.