Joko pulang dan disambut, tapi suasana runtuh saat istrinya menuduhnya terlambat: kedua anak mereka telah mati kelaparan. Dia mengatakan tujuannya hari itu adalah bercerai untuk mendapatkan rumah dinas—karena syaratnya surat nikah—dan ingin memberikan rumah itu kepada kakak ipar yang selama ini merawatnya. Joko dan istrinya berseteru soal rencana perceraian; Suli, seorang anak, menolak makan dan menambah tekanan rumah tangga. Episode berakhir dengan perceraian dan perebutan hak atas rumah sebagai taruhan langsung, meninggalkan proses legal dan nasib kakak ipar yang belum terselesaikan.