Keluarga miskin, seorang ibu dengan dua anak, Vera dan Felix, terpaksa menjual jam tangan hadiah ayah untuk makan dan menghadapi ancaman pengusiran. Ibu memutuskan mencari Ayah, Joko, sebagai jalan keluar. Mereka melakukan perjalanan ke markas militer yang ternyata 100 km dari rumah. Meski khawatir merepotkan karena Joko disebut pejuang negara, keluarga itu mengaku sebagai saudara saat tiba. Seorang prajurit mengantar mereka dan memberi tahu, 'Pak Joko, Nyonya Liana, ada tamu.' Adegan berakhir ketika seseorang bertanya, 'Siapa?', meninggalkan keraguan apakah Joko akan mengakui atau menolong mereka.