Seorang tamu kantin ceroboh merusak piring dan menawarkan membayar dengan Koin Anomali, namun staf menolak karena nominalnya tak cukup untuk ganti rugi. Meskipun ancaman hukuman maut disampaikan, tamu itu mengklaim haknya berdasarkan aturan kantin setelah membeli kacang tanah seharga 10 Koin Anomali, sehingga harus dilayani tanpa penolakan. Konflik memuncak saat staf kantin menolak klaim tersebut, menimbulkan ketegangan dan memaksa tamu itu mengambil sikap menantang, meninggalkan ketidakpastian nasibnya dalam menghadapi aturan keras kantin.