Zeno mengambil alih Kantin Tengah Malam yang sebelumnya dikuasai bos lama yang menunggak gaji pegawai setengah tahun. Dia berjanji melunasi semua gaji tertunggak dan membayar tepat waktu agar mendapatkan loyalitas karyawan. Namun, meski mendapat tambahan kekuatan sebagai Prajurit Anomali, Zeno menyadari kemampuannya masih terbatas dan khawatir menghadapi Anomali tingkat lebih tinggi tanpa perlengkapan penyelamat nyawa. Saat hendak pulang, dia naik taksi yang mencurigakan dengan bau darah dan bekas telapak tangan berdarah, lalu tiba-tiba masuk ke lokasi Anomali lain yang disebut Taksi Alam Kematian, menandakan bahaya baru yang mengancamnya.