Seorang gadis bersemangat memulai hari pertama di SMA Kota Hardam, berharap nilai ujiannya naik hingga 700. Ia menyesali membuat Kak Sera marah dan berniat meminta maaf, namun ayahnya malah menitipkan Yanis, anak Keluarga Galam yang pernah menolak lamaran perjodohan dengan Elly, untuk mengantarnya. Tetangga memberi petunjuk jika butuh bantuan. Saat terungkap nilainya kurang, sekolah menyarankan ia masuk kelas reguler, bukan unggulan. Ia menolak dipandang remeh dan memilih mulai dari kelas reguler—keputusan yang langsung menempatkannya pada tantangan untuk mengejar standar nilai tinggi.