Kak Sera menghadapi ujian simulasi Hardam pertama, gugup dan masih menghafal kosakata saat teman-temannya bersiap. Ibu menyiapkan makanan untuk menyemangati, Elly memberi dukungan, sementara Roni mengejek dan menambah tekanan dengan mengingatkan konsekuensi bila nilai rendah. Sera mencoba menerapkan 'sprint efektif' yang diajarkan guru dan teringat saran memilih soal dasar kalau kesulitan. Di ruang ujian suasana berubah: pelajar Hardam tampak percaya diri dan seorang siswa membual bahwa dia 'genius dari Provinsi Antam' dengan skor tinggi. Ujian resmi dimulai; tekanan kompetitif dan ketakutan mengecewakan orang tua membuat nasib nilai Sera menggantung.