Elisa dikenal luas karena kemampuannya melakukan operasi tanpa rasa sakit, membuat rumah sakit ramai pasien yang bersaing mendapatkan jadwal operasi bersamanya. Namun, Kak Aurel, dokter kepala, menentang operasi berulang Elisa karena rasa sakit yang juga dialaminya, mengaku tak tahan lagi. Konflik memuncak saat Aurel dituduh iri dan mencoba menghalangi operasi penting pasien kaya, hingga diancam pemecatan oleh Pak Daniel. Elisa ditegaskan sebagai dokter andal yang tak punya efek samping operasi. Di akhirnya, narator mengungkapkan dirinya sebagai reinkarnasi yang ingin mengungkap kebenaran di balik kejadian ini, meninggalkan ketegangan yang belum terpecahkan.
Di episode ini, Elisa melakukan operasi tanpa anestesi dengan memindahkan rasa sakit dan efek samping ke tubuh Aurel, yang ternyata adalah reinkarnasi dan menolak membiarkan Elisa berhasil tahun ini. Saat Elisa meminta Aurel berdonor darah Rh Negatif untuk pasien muda, Aurel mengelak dengan alasan flu berat, menimbulkan kecurigaan Elisa tentang kantung darahnya. Aurel sadar ada masalah dengan darah Elisa karena Elisa juga Rh Negatif, tapi menolak donor darah demi pasien, menimbulkan ketegangan antara keduanya. Konflik mereka menggantung terkait kebenaran di balik kemampuan Elisa.
Elisa menghadapi tekanan dari seorang ayah yang memohon agar ia mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan anaknya yang sakit, meski Elisa menolak karena kondisi darahnya yang bermasalah akibat penelitian operasi tanpa rasa sakit yang sedang ia lakukan. Setelah penolakan awal, Elisa akhirnya setuju mendonorkan darah, tapi menunjukkan sikap tegas dengan menyatakan bahwa ia tak akan melakukan hal itu lagi di kehidupannya sekarang. Operasi anak itu berjalan sukses tanpa rasa sakit, membuat ayah pasien sangat terkesan. Namun, Elisa bergulat dengan pertanyaan tentang takdir yang terus menghantui hidupnya.
Aurel masih terganggu oleh rasa sakit yang berpindah dan curiga terhadap perawatan Dokter Elisa. Bersama Rina, Aurel memasang kamera tersembunyi di ruang periksa untuk mengungkap kebenaran. Namun, rekaman menunjukkan bahwa tindakan Dokter Elisa terlihat profesional dan tanpa kejanggalan, meski Aurel percaya akupunktur itu berbahaya dan bisa menyebabkan kematian karena ketidaktahuan Elisa tentang medis. Merasa terancam, Aurel memutuskan untuk menemui Pak Daniel dan mengajukan pengunduran diri, menandai keputusan penting yang belum selesai akibat ketakutan dan tekanan yang dialaminya.
Aurel, seorang dokter, merasa sakit yang awalnya dialami Elisa kini berpindah ke tubuhnya, membuatnya tak tahan berada di rumah sakit. Ia berusaha menjauh dari Elisa dengan menjaga jarak, berharap rasa sakit itu tak lagi berpindah. Namun, Aurel mulai bolos kerja beberapa kali sehingga perilakunya mengganggu ketertiban di rumah sakit. Di tengah tekanan itu, Aurel memutuskan untuk mengundurkan diri, walau ditegah oleh rekan kerjanya yang memperingatkan agar ia tidak menyerah begitu saja. Konflik semakin tajam dengan keputusan Aurel yang menggantung dan ketidakpastian masa depannya di rumah sakit.
Dalam episode ini, Aurel memutuskan mengundurkan diri dari rumah sakit terbaik di negaranya, yang membuat Pak Daniel dan rekan kerjanya terkejut dan kecewa. Mereka menuduhnya pura-pura sakit dan iri pada Elisa, dokter lain yang sukses cepat naik jabatan. Meskipun mendapat tekanan dan fitnah di internet, Aurel tetap yakin dan memilih meninggalkan rumah sakit untuk mencari kebenaran dan ketenangan. Episode berakhir saat Aurel naik pesawat menuju Kota Sania, meninggalkan pekerjaannya dengan masa depan yang belum pasti dan konflik internal yang belum terselesaikan.
Aurel terbangun di rumah sakit setelah muntah darah dan pingsan di pesawat, meski ia merasa sudah keluar dari rumah sakit sebelumnya. Ia bingung kenapa rasa sakitnya masih berpindah-pindah padanya, padahal sudah mengundurkan diri dari rumah sakit dan tidak lagi berurusan dengan Dokter Elisa yang melakukan operasi inovatif. Aurel menolak tuduhan minum alkohol dan teringat pasien lain yang mengalami kondisi serupa, yang rasa sakitnya diklaim bisa pindah ke orang lain. Aurel kemudian menuntut tahu nama pasien tersebut, menunjukkan tekadnya untuk menyelesaikan misteri ini.
Dokter Aurel menghadapi kondisi mengerikan setelah mengetahui pasien bernama Elisa yang tubuhnya kini dipakainya telah meninggal sebulan lalu akibat gagal organ mendadak. Aurel terdesak waktu saat tubuhnya mulai menunjukkan gejala serupa. Ia berusaha menghubungi wartawan yang pernah dihubungi Elisa, berharap mendapatkan bukti untuk mengungkap perbuatan Elisa di rumah sakit. Setelah mendapatkan petunjuk dari seorang pria bernama Pak Victor yang mengalami hal serupa, Aurel diberi saran untuk menyerahkan dirinya ke rumah sakit tempat Elisa bekerja guna membuktikan fenomena pemindahan rasa sakit yang tidak masuk akal tersebut. Episode berakhir dengan Aurel memutuskan langkah berani ini, membuka jalan untuk konsekuensi berikutnya.
Elisa tiba-tiba setuju melakukan operasi pengangkatan jaringan otak pada putri seorang konglomerat, yang sebenarnya dijadwalkan sebulan kemudian. Rekan kerjanya, Pak Victor, meragukan kemampuan Elisa yang belum menguasai dasar ilmu medis dan khawatir operasi tersebut bisa merenggut nyawa pasien. Pak Victor diminta untuk membantu mengungkap kelicikan Elisa dengan menyiarkan operasi itu secara langsung agar kesalahan medisnya terekspos. Setelah berunding, Elisa bersedia rekaman operasi tersebut agar ilmu medisnya bisa dipelajari dokter lain, meski ini belum menyelesaikan kekhawatiran atas risiko nyata dan motif Elisa.
Seorang dokter magang bernama Elisa Cendana muncul di rumah sakit dengan klaim mampu menghilangkan rasa sakit pasien tanpa anestesi. Namanya cepat terkenal, pasien berdatangan membanjiri rumah sakit dengan cara melelang kesempatan operasi. Tapi bagi Aurel Yunardi, kemunculan Elisa membawa malapetaka. Setiap operasi Elisa membuat Aurel merasakan sakit hebat yang mengganggu pekerjaannya hingga ia dipecat. Saat Elisa mengoperasi putri konglomerat, Aurel mengalami pendarahan otak dan meninggal. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua untuk kembali ke hari pertama Elisa magang. Kini, Aurel bertekad mengungkap rahasia pemindahan rasa sakit itu dan menuntut Elisa membayar harga yang setimpal.