Sinta dituduh lalai sehingga menyebabkan kematian adiknya karena operasi yang terlewatkan di bandara, dengan bukti tanda tangannya di daftar penumpang. Meskipun membantah, ia menghadapi kemarahan Pak Fendi dan sahabatnya Wulan yang menuduhnya berbohong. Sinta merasa dikhianati oleh suaminya sendiri yang mendukung tuduhan itu. Di saat yang sama, pesawat penerbangan 3101 yang terkait dengan kasus ini sedang bersiap lepas landas. Sinta bersumpah tidak akan membiarkan Wulan dan orang yang mengkhianatinya lolos tanpa hukuman, menandai awal balas dendam yang tegang dan perhitungan yang akan datang.