Nyonya Salim menuduh Sinta, kepala pramugari sekaligus istrinya, atas kelalaian dalam menghitung penumpang yang menyebabkan insiden fatal. Sinta membela diri dengan mengaku sudah menyadari masalah sejak awal dan berusaha membuka pintu kabin tapi dihalangi. Kapten pesawat menguatkan tuduhan kelalaian Sinta yang memberikan laporan palsu demi cepat pulang, tanpa peduli keselamatan penumpang. Nyonya Salim masih menolak dan menunggu rekaman CCTV sebagai bukti kebenaran. Konflik memuncak dengan ancaman keras dari Nyonya Salim, sementara nyawa anaknya dipertaruhkan dan ketegangan belum usai.