Pak Yudi mengancam dan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Ari dalam sebuah konfrontasi tentang utang besar yang belum dibayar. Ari, yang diketahui hanya seorang supir, menawarkan uang seadanya sebagai tanda keseriusan membayar utang, tapi Pak Yudi mengejek dan merendahkannya di depan umum. Ketegangan memuncak saat Pak Yudi menantang kemampuan Ari membayar utang tersebut dan menghina sikapnya yang dianggap sombong. Meskipun Ari mendapat ancaman, ada rasa penasaran soal kekayaan sebenarnya yang membuatnya berani melawan. Konflik utang ini meninggalkan ketidakpastian tentang langkah selanjutnya Ari dan konsekuensi ancaman Pak Yudi.