Dirga yang jatuh sakit berusaha menyembunyikan kondisinya, tapi Rika datang untuk merawatnya dan mengingatkannya bahwa sisa waktunya tinggal beberapa bulan. Dirga mengungkapkan bahwa Grup Yulis telah memesan besar ke perusahaan calon istrinya, Grup Livina, yang membuat perusahaan itu hampir bangkit dari kebangkrutan. Sebelum pergi, Dirga menitipkan saham Grup Yulis kepada Wina, calon istrinya, yang selama ini dibantu diam-diam oleh Dirga. Rika menolak mendengar kenyataan itu dan berjanji akan selalu mendukung Wina, meninggalkan ketegangan mengenai masa depan perusahaan dan hubungan mereka.