Wina memperkenalkan calon suaminya, Dirga, kepada Kak Ahmad, mengabarkan rencana pernikahan mereka bulan depan. Dalam pertemuan bisnis, Dirga dan Ahmad membahas pesanan puluhan triliun dari Grup Yulis yang berhasil didapatkan berkat usaha Kak Ahmad. Namun, Dirga meragukan klaim Ahmad yang mengaku pernah meyakinkan presiden direktur Grup Yulis untuk bekerja sama dengan Grup Livina. Ahmad menjanjikan acara syukuran untuk menghormati pencapaian ini, tapi ketika diminta memperkenalkan mereka kepada presdir, Ahmad mengaku presdir terlalu sibuk dan sulit ditemui. Dirga mulai meragukan kebenaran pernyataan Ahmad, menciptakan ketegangan baru dalam hubungan mereka.