Yesa dan Pangeran Jino keracunan setelah memakan ginseng ungu; Pangeran ambruk dan pelayan memerintahkan tabib istana dipanggil. Nyonya Wela menuduh pencurian ginseng yang beracun, sementara seorang pria mengaku memimpin pencurian itu dan memohon penawar sambil menawarkan token Pangeran sebagai jaminan. Tabib tiba dengan Pil Embun, obat penawar langka, yang bisa menetralkan racun; ia mengatakan obat Pangeran dan Yesa gratis, sisanya akan ditagih. Tabib lalu menyebut "hubungan kita" dan mengucap "Calon suamiku" dan "Adikku sayang", sebuah pengakuan yang menggantungkan motif dan nasib Pangeran.