Di pintu gedung, seorang pria dan wanita yang mengaku sebagai orang tua kandung Selina menangis dan memohon untuk bertemu dengannya, bahkan sampai hendak berlutut. Selina, seorang wanita karir, bersikap dingin dan menyuruh sekretarisnya untuk tidak memperhatikan mereka. Dari dalam mobil mewahnya, ia menyangkal kenal dengan kedua orang itu. Setelah mereka pergi, suasana berubah saat seorang pria tua mendekati Selina dengan surat penerimaan kuliah, menandakan titik balik dari masa lalunya yang gelap sebagai penggembala kambing kini berubah drastis.