Keluarga tersebut baru saja membeli roda tiga seharga 24 juta untuk Yuda agar bisa mengangkut barang. Di tengah euforia itu, sang putri pulang membawa kabar gembira: ia diterima di Universitas Manggala sebagai juara se-kabupaten. Namun, kegembiraannya langsung padam. Ayahnya menampik dengan kasar, menunjukkan uang 24 juta yang sudah habis untuk roda tiga adiknya, dan menyatakan tidak ada dana lagi. Ibu dan ayah sepakat bahwa perempuan tak perlu sekolah tinggi, lebih baik cepat menikah agar uang seserahan bisa dipakai membangun rumah untuk sang adik. Putri itu terus memohon, tapi pintu telah tertutup baginya.