Seorang pemuda yang menjadi juara satu se-kabupaten berhasil diterima di Universitas Manggala, namun ayahnya melarangnya kuliah dan lebih memilih membeli motor. Pamannya yang marah melihat ketidakadilan ini memutuskan untuk menjual tiga ekor kambing, satu-satunya harta keluarga, demi membiayai pendidikan keponakannya. Setelah melalui proses tawar-menawar yang tegang di pasar, mereka berhasil menjual kambing-kambing itu seharga dua juta enam ratus ribu rupiah. Pamannya menyerahkan uang tersebut, yang cukup untuk biaya kuliah dan sedikit uang saku perjalanan, sambil meyakinkan pemuda itu bahwa dia pantas mendapat kesempatan ini untuk mengubah hidupnya.