Lingga, yang sebelumnya dekat dengan Kirana untuk warisan orang tuanya, menghadapi penolakan setelah Kirana membuktikan dirinya sebagai Bakat Kelas Wira dengan Kucing Roh Pemikat. Teman-teman dan orang lain menilai Lingga sampah dan pengkhianat, memicu konflik dan penghinaan yang tajam. Kirana menyatakan Lingga tidak berguna dan mengakhiri hubungan mereka, menguatkan tekad Lingga untuk bangkit dan membuktikan dirinya lagi. Tekanan ini memuncak pada keputusan Lingga untuk berjuang demi membalikkan keadaan, meninggalkan ketegangan dan konfrontasi yang belum selesai.