Pertarungan memuncak saat Naga Sayap Petir menekan Bagas yang sekarat. Lingga berusaha menghentikan pertarungan dan memperingatkan agar tidak membunuh teman sekelas. Ketegangan meningkat ketika utang pengkhianatan dan dendam lama muncul dalam konflik verbal mereka. Munculnya Wali Kota Wiratama, yang ternyata ayah Bagas, mengguncang situasi dan menghentikan perkelahian. Wali Kota menegaskan posisinya dan menentang pihak yang ingin membunuh Bagas. Namun, sikap dingin dan ketegasan Wali Kota menimbulkan pertanyaan tentang pengaruh dan kekuatannya yang sebenarnya, meninggalkan ketidakpastian tentang langkah selanjutnya.