Di malam hujan deras, protagonis ditabrak truk sampah dan terjatuh ke dunia bawah. Saat terpuruk, hakim dunia bawah melihat cahaya keemasan memancar darinya, tanda Mandat Surga dan Pahala. Penuh harap, hakim menunjuknya sebagai penghubung tiga alam—utusan dunia bawah di bumi untuk mewujudkan tujuan dunia bawah. Protagonis menolak. Hakim mengungkapkan takdirnya: kesepian selama sembilan kehidupan; ini kehidupan kesembilannya. Menolak berarti terperangkap dalam siklus reinkarnasi selamanya. Terkejut, protagonis memohon satu keinginan egois: dikelilingi wanita cantik. Hakim memberinya sebuah ponsel untuk menghubungi dunia bawah. Kembali ke bumi, ponsel itu mulai mengubah nasibnya secara tak terduga, membuka peluang sekaligus memicu konflik antara kehendak pribadi dan takdir.
Komentar
Lihat Semua >Kara
Kemampuan ponsel untuk berhubung bikin banyak potensi CP. Saya sudah menaruh harap pada chemistry mereka.
2026-02-10 18:26:36
Oscar
Metafora reinkarnasi dibalut hujan dan lampu jalan. Bahasa visualnya puitis, saya tersentuh.
2026-02-10 11:54:16
Tessa
Ponsel sebagai alat lintas alam terasa konsisten. Aturan reinkarnasi dan mandat terbangun rapi.
2026-02-09 19:02:25