Di Kuartal Keempat 2025, Dunia Bawah menerima kabar buruk karena peringkat KPI mereka tetap terendah setelah tiga bulan. Bos mencari solusi agar bonus tidak terancam. Petugas shift malam membawa seorang pria bercahaya emas, Endy Salim, yang dikenal selalu berbuat kebajikan dan kini ditawari posisi Petugas Penghubung Tiga Alam di Dunia Bawah dengan fasilitas spesial. Endy menolak karena ingin bereinkarnasi sebagai pewaris kaya dan hidup santai. Ia diingatkan jika menolak, akan terus kesepian dan mengulangi nasib buruk tanpa akhir, namun ia tetap meminta jalan agar bisa memiliki jodoh dan istri banyak. Kesepakatan baru terbuka asalkan KPI tercapai, menentukan nasib dan jodohnya, menutup episode dengan tanggung jawab besar yang harus ia emban.
Endy baru saja menerima gaji rendah dan merasa dieksploitasi di dunia bawah, di mana ia harus bekerja keras melaporkan hal-hal aneh dan menangkap buronan. Bosnya memperkenalkan berbagai alat seperti bola mata khusus agar Endy bisa melihat hantu di bumi dan kartu Dekrit Yama sebagai tanda kerja sekaligus alat pembayaran. Meski mendapat hadiah dan pelatihan, Endy kecewa karena gajinya berupa koin tiga alam yang sulit ditukar dengan uang nyata, menimbulkan keraguan akan sistem dan perjuangannya. Episode berakhir dengan Endy bingung menghadapi kenyataan baru yang menyulitkan misinya.
Dalam episode ini, seorang wanita bernama Leny terjebak dalam serangan dan berusaha melapor ke polisi, namun ia tidak bisa bergerak karena sebuah kutukan yang disebut Kutukan Teratai dari Tuan Hato. Meskipun kutukan itu digunakan untuk melemahkannya, Leny masih berjuang untuk bertahan, menunjukkan kekuatan luar biasa. Seseorang menyebutkan bahwa Tuan Hato, yang berasal dari dunia bawah, lebih ahli memainkan taktik, dan Leny adalah wanita yang diidamkan oleh satu pria. Pada akhirnya, muncul Pil Prajurit yang dapat meningkatkan kekuatan fisik ke level prajurit hantu, namun kekuatan Leny menimbulkan tanda tanya karena kemampuannya menghilangkan kutukan membuat situasi semakin rumit dan menegangkan.
Endy, yang detak jantung dan suhu tubuhnya tidak normal, mendapat perhatian karena keadaannya yang aneh lalu disarankan untuk diperiksa kesehatannya. Ia menerima panggilan dari ayahnya yang memperingatkan soal acara lelang yang akan dihadirinya dalam tiga hari. Endy khawatir dengan kehadiran Tomi, seorang preman, serta Tuan Hato yang disebut-sebut juga akan hadir. Dia meminta izin ayahnya untuk menemani agar situasi tetap terkendali. Episode berakhir dengan keputusan Endy untuk ikut ke lelang demi memastikan keselamatan dan menghadapi ancaman yang mungkin muncul.
Dalam episode ini, Endy yang baru beberapa hari tak bertemu dengan Septy tiba-tiba terlihat dekat dengan Leny Husni, seorang wanita kaya dari keluarga bergengsi, memicu kecemburuan dan konflik dengan kakaknya, Tomi. Tomi mengancam Endy dan menegaskan bahwa Septy adalah miliknya, memperkeruh hubungannya dengan Endy. Sementara itu, Tomi menunjukkan kartu misterius dengan aura gaib yang diduga berhubungan dengan Tuan Hato, sebuah sosok penting yang belum terungkap jelas perannya. Konflik sengit antara Endy dan Tomi belum selesai, disertai teka-teki kartu gaib yang membuka ketegangan baru di akhir episode.
Episode ini dimulai dengan kehadiran Tuan Hato, buronan kelas A dari dunia bawah yang menggunakan teknik terlarang untuk memindahkan kekayaan. Jovi ditugaskan menangkap Hato dengan janji hadiah besar serta KPI bulanan tercapai setelah berhasil. Dekrit Yama dijanjikan bisa memindahkan jiwa Hato kembali ke penjara dunia bawah. Di sisi lain, sebuah lelang barang mewah berlangsung, termasuk Taman Lombin, makam ibu dan aset terakhir Grup Husni. Leny terlihat cemas karena kondisi ayahnya yang sakit parah dan masalah keuangan perusahaan. Jovi berjanji akan membeli Taman Lombin untuknya, meninggalkan ketegangan soal nasib perusahaan dan tugas memburu buronan.
Pada episode ini, lelang properti Taman Lombin dimulai dengan harga dasar 50 miliar dan cepat naik hingga mencapai 200 miliar. Para peserta lelang terkejut melihat Nona Leny, yang keluarganya jatuh miskin, masih ikut menawar besar, diduga dibantu keluarga Welo. Konflik berlanjut saat Hato, seorang pria misterius, muncul dan menunjukkan kemampuannya mengendalikan manusia biasa hingga mampu mengambil jiwa hanya dengan menjentikkan jari. Tujuan Hato berubah dari berkultivasi di lahan pemakaman keluarga Husni menjadi mengincar cahaya emas murni, memicu ketegangan baru yang belum terselesaikan.
Dalam episode ini, Jovi menghadapi situasi kritis saat seorang roh menggunakan Dekrit Yama untuk membawa Nakayo ke penjara dunia bawah, mengambil cahaya emas murni dari sembilan jiwa kebaikan. Jovi berusaha menolong dengan memasuki tubuh Leny, namun raga Leny mulai mengalami efek samping, termasuk pusing berulang kali yang mengkhawatirkan. Jovi diminta untuk segera keluar dari tubuh Leny agar tidak menimbulkan trauma. Di tengah tekanan tersebut, muncul tawaran besar sebesar 200 miliar yang menambah ketegangan dan membuka pertanyaan tentang konsekuensi keputusan berikutnya.
Endy tiba-tiba mengklaim memiliki dana sebesar 200 miliar rupiah, membuat keraguan dan keheranan orang-orang di sekitarnya yang mempertanyakan sumber kekayaannya. Saat mencoba membuktikan klaimnya, kartu yang digunakan Endy gagal dikenali, sehingga satpam berusaha mengusirnya. Namun, Pak Hery menduga Endy jujur dan meminta melihat kartu tersebut, lalu memperhatikan pola dan aura kartu bus yang dibawa Endy. Ketegangan meningkat saat keberadaan dana dan identitas Endy menjadi misteri yang belum terpecahkan, memicu pertanyaan serius tentang siapa sebenarnya Endy dan sumber uang besar tersebut.
Di malam hujan deras, protagonis ditabrak truk sampah dan terjatuh ke dunia bawah. Saat terpuruk, hakim dunia bawah melihat cahaya keemasan memancar darinya, tanda Mandat Surga dan Pahala. Penuh harap, hakim menunjuknya sebagai penghubung tiga alam—utusan dunia bawah di bumi untuk mewujudkan tujuan dunia bawah. Protagonis menolak. Hakim mengungkapkan takdirnya: kesepian selama sembilan kehidupan; ini kehidupan kesembilannya. Menolak berarti terperangkap dalam siklus reinkarnasi selamanya. Terkejut, protagonis memohon satu keinginan egois: dikelilingi wanita cantik. Hakim memberinya sebuah ponsel untuk menghubungi dunia bawah. Kembali ke bumi, ponsel itu mulai mengubah nasibnya secara tak terduga, membuka peluang sekaligus memicu konflik antara kehendak pribadi dan takdir.