Episode dibuka saat ibu harus menghadiri wawancara dan menitipkan putrinya Nana ke toko Tante Lina, namun Nana sempat lari. Ibu yang khawatir lalu menyeret Endy, putranya, ke nenek peramal karena keluarga Simin menekan agar keturunan tidak terputus. Peramal membaca garis tangan Endy: karier baik tapi kehidupan cinta berantakan, dan menyatakan jodohnya sudah muncul serta sangat dekat. Nyonya keluarga girang; ibu berharap cepat punya cucu. Ketegangan meningkat ketika polisi datang dan seseorang kabur. Ramalan 'dekat' menutup episode sebagai tekanan yang menuntut keputusan segera.