Di depan kerumunan, seorang ibu mendesak membuka peti tempat putrinya, Nana, terkurung, menuduh anak-anak lain telah membully dan menuang air mendidih untuk melukai. Ia menegaskan Nana menderita klaustrofobia dan tak boleh ditahan di dalam. Orang-orang menahan ibu, mengejek, dan mengatakan 'biarin saja mati'. Ibu berusaha menggempur tapi ditahan; ia memohon kepada Pak Endy untuk menolong. Titik balik tercipta saat panggilan kepada Endy mempertegas konflik: Nana masih terkurung dan keputusan Endy akan menentukan apakah ibu berhasil menyelamatkannya.