Nana tiba-tiba berhenti bernapas; seseorang menawarkan 'Aku bisa CPR jantung' dan berhasil menyelamatkannya sehingga orang lain mengucap terima kasih. Usai itu, ibu Nana menuduh Airin telah membuli dan memarahi putrinya, memicu konfrontasi fisik: ada tarik-menarik dan teriakan 'Lepaskan!'. Ibu mengancam akan menyuruh orang membunuh 'putrimu' dan bersumpah akan menyiksa siapa pun jika Nana kenapa‑kenapa. Episode memuncak pada ancaman terbuka dan ketegangan antara ibu dan Airin, sementara Nana masih terbaring dan nasibnya serta balas dendam ibu tetap menggantung. Kepastian tentang pemulihan Nana dan apakah ibu akan menindaklanjuti ancamannya belum terjawab.