Episode dimulai saat keluarga berkumpul di pemakaman Master; Putri tampak berduka dan bertanya apakah arwah 'bisa melihatku'. Lima belas hari sebelum pernikahan, Putri bersikap dingin terhadap tunangannya, Pangeran Pendamping, melarangnya memasuki kamar lagi setelah konfrontasi mereka. Tio menuntut pengakuan—ia mengklaim pernah menyelamatkan Putri di Gerbang Laguna dan mengecam pesaingnya yang 'pakai cara kotor' untuk jadi Pangeran Pendamping. Di istana, rasa sup herbal yang dulu dibuat tunangan berubah; Putri memerintahkan agar hidangan itu dihentikan. Episode ditutup dengan panggilan soal 'tombak merahnya mana?', membuka ketegangan baru.