Wanti gelisah sehingga Tio datang menemuinya saat ia berlatih kecapi. Di tengah percakapan santai itu, utusan istana memanggil Wanti segera ke istana; kabar mendesak: musuh menyerang perbatasan dan komandan Suga terluka. Kakak Kaisar berdebat soal pengiriman pasukan—Mizan disebut pemimpin nominal tapi ada klaim bahwa komandan sebenarnya adalah orang lain—namun Kakak Kaisar menolak turun tangan dan menyuruh Wanti tetap di Seruni. Niat Wanti menjauhi Kuil Ziva juga terungkap; dia mengaku membenci Shakti dan menolak menemui atau peduli jika Shakti tewas. Keputusan meminggirkan Wanti meninggalkan ketidakpastian peran dan bahaya yang mengancam.