Huda marah karena anaknya, Fajar, merebut wanita miliknya dan berusaha memberi pelajaran dengan ancaman pembatalan kualifikasi ujian militer Fajar. Meski Fajar belum paham, Huda menguji pria lain agar menerima tiga pukulan sebagai syarat memberi Fajar kesempatan. Ibu Fajar menentang kekerasan ini, tetapi bersedia menerima pukulan demi masa depan putranya. Konflik memuncak saat Huda menuntut menyerahkan Fajar dan Bibi Hilma, dengan ancaman tegas, sementara janji bahwa Fajar tak akan berhubungan lagi dengan wanita itu diungkapkan, meninggalkan pertaruhan besar atas nasib Fajar dalam ujian militer.