Dalam episode ini, seorang pembunuh ahli menyerang kaisar, yang memicu situasi tegang di desa terpencil. Kesatria Muda tampil membantu menghalau serangan, menunjukkan kemampuan bertarung luar biasa dengan menggunakan metode unik. Setelah insiden, Kesatria Muda berbincang dengan Pak Tua yang kehilangan anaknya di tempat itu, menimbulkan rasa simpati dan keinginan untuk melanjutkan perjuangan. Episode berakhir dengan sebuah liontin nagaku yang jatuh, menimbulkan pertanyaan tentang identitas sebenarnya Pemuda tadi dan membuka konflik yang belum terungkap sepenuhnya.