Di episode ini, Sisil tiba-tiba dipromosikan menjadi sekretaris oleh Pak Theo meski baru saja melakukan kesalahan, sehingga rekan kerja mempertanyakan motif promosi dan menuduhnya dijadikan alat untuk menjengkelkan Bu Mona. Pak Theo membela keputusan dengan memuji kemampuan adaptasi dan responsif Sisil, lalu memperkenalkan diri sebagai CEO dan menegaskan fokus kerja. Sisil senang namun mengaku masih ada salah paham dengan Pak Theo karena dia masih marah. Seorang wanita di kantor menyatakan sudah bertunangan sejak kecil dengan Pak Theo. Promosi membawa peluang, tapi ketegangan yang belum terselesaikan dan kunjungan ke kakek Theo yang sakit menjadi pemicu konflik berikutnya.