Di rumah sakit, Sisil (dipanggil Bu Mona) menjenguk kakeknya saat seorang wanita yang mengaku istri sah Pak Theo menuduhnya mendekati kakek demi simpati Theo. Wanita itu menghina Sisil, memeriksa registrasi yang hanya mencantumkan neneknya, meragukan keterkaitan mereka, dan mengancam memanggil satpam serta memecatnya. Sisil bersikeras itu kebetulan karena kakek Theo juga dirawat di rumah sakit dan tak mengerti tuduhan. Seorang rekan lalu memberi tahu Theo bahwa Sisil datang untuk 'menggoda' kakek dan mengabaikan pekerjaan. Theo tiba; tuduhan, data pendaftaran, dan ancaman pemecatan menggantung, sehingga reaksi Theo menjadi penentu nasib Sisil.