Winda berdebat sengit dengan ibu mertuanya, Bu Reni, yang menuduhnya berbohong soal kemampuan menari tari Burung Merak yang baru ditemukan. Bu Reni meragukan Winda karena sebelumnya ia tidak pernah belajar menari, apalagi tari kuno itu, dan bahkan mempertanyakan kesetiaannya dalam keluarga. Winda bertekad membuktikan dirinya dengan berjanji menghidupkan kembali tarian tersebut meski sedang hamil tujuh bulan. Konflik makin meruncing saat Bu Reni menekan Winda untuk berhenti dan pulang, sementara Pak Yuda mulai ikut menentang Winda. Namun, Yuda melembut dan mendukung Winda agar diberikan kesempatan mencoba, meninggalkan ketegangan yang belum terselesaikan tentang penerimaan Winda di keluarga.