Winda, seorang penari baru di grup seni era 80-an, bersikeras bahwa dia bisa menari tarian Burung Merak meskipun belum pernah dilatih resmi. Dia bertemu Pak Tanto, tokoh legendaris tari tradisional yang sudah lama meninggal, dan ingin menunjukkan kemampuannya. Meskipun banyak yang meragukan, Pak Tanto memberikan Winda kesempatan tampil hari itu. Ketegangan muncul ketika Yuda dan anggota lain menolak dan mencemooh Winda, menganggapnya sombong. Namun, Winda tetap bersikukuh dan mempersiapkan diri tampil di hadapan Pak Tanto, meninggalkan rasa penasaran akan penampilan dan penerimaannya selanjutnya.