Di kantor, Selina, pegawai baru yang sedang hamil, duduk di kursi yang dipersengketakan dan langsung jadi bahan gosip bahwa ia istri Pak Adrian. Kak Liana bersikap dingin dan mengancam akan mengusirnya, lalu memerintahkannya merapikan dokumen untuk diselesaikan besok. Pak Adrian menenangkan staf dan memastikan beban kerja Selina diatur agar tak kecapekan, namun ia juga menyebut wanita yang ditemuinya lima bulan lalu masih harus dicari. Seseorang menawarkan gelang sebagai petunjuk dan janji tanggung jawab, tapi tawaran itu ditolak, sehingga pencarian dan hubungan masa lalu tetap menggantung.