Di kantor Grup Lesmana, suasana meledak saat pegawai menyiapkan hidangan khusus untuk Liana dan menyerang reputasi Selina, seorang wanita hamil baru di tim rekrutmen. Rekan-rekan mengungkap lamaran Selina—katanya hamil sebelum nikah, ayah tak jelas—dan menuduhnya tak pantas bekerja atau duduk di kantor. Salah satu kolega memukulnya dan mengumumkan bahwa dia mewakili Pak Adrian untuk mengusir Selina. Selina menegaskan kontrak kerjanya sehingga tak bisa diusir, tapi lawan-lawannya bersikeras mengeluarkannya dan menuntut pencopotan perekrut yang menerima dia. Keputusan pengusiran itu menggantung nasib Selina, menunggu apakah klaim wakil Adrian akan langsung dijalankan.