Seorang wanita menyambut Kakek di hadapan istana, mengaku sebagai Permaisuri, lalu para pelayan dan bangsawan bereaksi terkejut karena wajahnya berbeda dari Lira yang dikenal gemuk. Mereka menuduh penyamaran, menyebut dia memerintahkan orang lain memakai pakaiannya, dan memohon dengan nada menuntut kepada Sri Maharaja untuk segera mencabut gelarnya. Kecurigaan meluas saat beberapa menyinggung bahu terbuka dan menyebut sikapnya merusak moral. Tekanan memuncak sampai wanita itu menantang dengan bertanya, "Apa aku permaisurimu?" Keputusan Sri Maharaja tentang pengakuan atau pencabutan gelar tetap menggantung.