Episode dimulai ketika seorang anak terlantar muncul di rumah orang tua seorang wanita yang baru kembali. Wanita itu mengaku sudah putus dengan Dito dan diusir, lalu dipandang curiga oleh warga. Ia mengajak anak itu ikut dengannya, menjanjikan tak akan membiarkannya menderita lagi. Di pasar ia dan penduduk membagi pembelian, menyatukan uang hasil kerja—'Hari ini, kita dapat 100 ribu.' Saat ia memberi roti pada anak, Kak Lea menuduhnya mencuri untuk membeli roti, namun ia bersikeras, 'Uang ini aku hasilkan sendiri.' Episode berakhir tegang dengan pertanyaan, "Bena ada di rumah nggak?"
Bena dikerumuni penduduk yang awalnya khawatir karena 'tubuh Bena lemah' dan takut akan masalah, namun kerumunan berubah jadi pembeli setelah keluarga menjelaskan mereka datang untuk membeli ramuan batuk yang menyembuhkan adik seorang wanita. Bena menerima pujian, menawarkan stok untuk kerabat desa, dan mengaku akan meraih prestasi besar; ia berencana berjualan di gerbang desa besok. Lea dan bibi berharap kehidupan membaik dari penghasilan itu. Namun di akhir, seseorang yang ditahan mendesak dilepas—"jam praktik hampir tiba, mereka sudah menunggu buat diperiksa"—meninggalkan keputusan berikutnya menggantung.
Di tengah wabah batuk anak-anak, Dokter Dito didesak membuka praktik karena warga antre dan ayahnya menjanjikan investasi jika ia berhasil menanggulangi wabah. Saat menerima pasien, banyak orang datang untuk mengembalikan obat yang tak dibuka karena anak mereka sudah sembuh setelah memakai ramuan Bena, mantan istri Dito, yang dianggap sangat manjur. Kabar itu berubah jadi konflik ketika seorang warga menuduh Bena jualan obat tanpa izin; petugas muncul dan mengatakan "Ayo ikut kami", lalu menyeret Bena pergi, meninggalkan Dito menghadapi konsekuensi yang belum terselesaikan.
Seorang ilmuwan jenius, Bena Yusa, peraih Nobel abad ke-21, menemukan unsur revolusioner dalam rumput ekor sapi yang memajukan dunia medis. Setelah tersambar petir, ia tercebur ke tahun 1980-an dan terbangun dalam tubuh wanita jahat yang kebetulan bernama sama. Tubuh itu menyimpan reputasi buruk: pemilik aslinya pernah berbuat banyak kejahatan, namun keluarganya justru memanjakannya. Kini Bena menghadapi dilema berat, memakai keahliannya untuk menolong keluarga yang memanjakan sosok yang selama ini disorot buruk, sekaligus menebus atau menahan bayang-bayang dosa pemilik tubuh. Ia harus bersandiwara, menahan penghinaan, dan merancang langkah medis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa mengungkap asal usulnya. Perseteruan batin antara identitas dan tanggung jawab menegaskan konflik hingga akhir.
Seorang ilmuwan jenius, Bena Yusa, peraih Nobel abad ke-21, menemukan unsur revolusioner dalam rumput ekor sapi yang memajukan dunia medis. Setelah tersambar petir, ia tercebur ke tahun 1980-an dan terbangun dalam tubuh wanita jahat yang kebetulan bernama sama. Tubuh itu menyimpan reputasi buruk: pemilik aslinya pernah berbuat banyak kejahatan, namun keluarganya justru memanjakannya. Kini Bena menghadapi dilema berat, memakai keahliannya untuk menolong keluarga yang memanjakan sosok yang selama ini disorot buruk, sekaligus menebus atau menahan bayang-bayang dosa pemilik tubuh. Ia harus bersandiwara, menahan penghinaan, dan merancang langkah medis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa mengungkap asal usulnya. Perseteruan batin antara identitas dan tanggung jawab menegaskan konflik hingga akhir.
Seorang ilmuwan jenius, Bena Yusa, peraih Nobel abad ke-21, menemukan unsur revolusioner dalam rumput ekor sapi yang memajukan dunia medis. Setelah tersambar petir, ia tercebur ke tahun 1980-an dan terbangun dalam tubuh wanita jahat yang kebetulan bernama sama. Tubuh itu menyimpan reputasi buruk: pemilik aslinya pernah berbuat banyak kejahatan, namun keluarganya justru memanjakannya. Kini Bena menghadapi dilema berat, memakai keahliannya untuk menolong keluarga yang memanjakan sosok yang selama ini disorot buruk, sekaligus menebus atau menahan bayang-bayang dosa pemilik tubuh. Ia harus bersandiwara, menahan penghinaan, dan merancang langkah medis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa mengungkap asal usulnya. Perseteruan batin antara identitas dan tanggung jawab menegaskan konflik hingga akhir.
Seorang ilmuwan jenius, Bena Yusa, peraih Nobel abad ke-21, menemukan unsur revolusioner dalam rumput ekor sapi yang memajukan dunia medis. Setelah tersambar petir, ia tercebur ke tahun 1980-an dan terbangun dalam tubuh wanita jahat yang kebetulan bernama sama. Tubuh itu menyimpan reputasi buruk: pemilik aslinya pernah berbuat banyak kejahatan, namun keluarganya justru memanjakannya. Kini Bena menghadapi dilema berat, memakai keahliannya untuk menolong keluarga yang memanjakan sosok yang selama ini disorot buruk, sekaligus menebus atau menahan bayang-bayang dosa pemilik tubuh. Ia harus bersandiwara, menahan penghinaan, dan merancang langkah medis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa mengungkap asal usulnya. Perseteruan batin antara identitas dan tanggung jawab menegaskan konflik hingga akhir.
Seorang ilmuwan jenius, Bena Yusa, peraih Nobel abad ke-21, menemukan unsur revolusioner dalam rumput ekor sapi yang memajukan dunia medis. Setelah tersambar petir, ia tercebur ke tahun 1980-an dan terbangun dalam tubuh wanita jahat yang kebetulan bernama sama. Tubuh itu menyimpan reputasi buruk: pemilik aslinya pernah berbuat banyak kejahatan, namun keluarganya justru memanjakannya. Kini Bena menghadapi dilema berat, memakai keahliannya untuk menolong keluarga yang memanjakan sosok yang selama ini disorot buruk, sekaligus menebus atau menahan bayang-bayang dosa pemilik tubuh. Ia harus bersandiwara, menahan penghinaan, dan merancang langkah medis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa mengungkap asal usulnya. Perseteruan batin antara identitas dan tanggung jawab menegaskan konflik hingga akhir.
Seorang ilmuwan jenius, Bena Yusa, peraih Nobel abad ke-21, menemukan unsur revolusioner dalam rumput ekor sapi yang memajukan dunia medis. Setelah tersambar petir, ia tercebur ke tahun 1980-an dan terbangun dalam tubuh wanita jahat yang kebetulan bernama sama. Tubuh itu menyimpan reputasi buruk: pemilik aslinya pernah berbuat banyak kejahatan, namun keluarganya justru memanjakannya. Kini Bena menghadapi dilema berat, memakai keahliannya untuk menolong keluarga yang memanjakan sosok yang selama ini disorot buruk, sekaligus menebus atau menahan bayang-bayang dosa pemilik tubuh. Ia harus bersandiwara, menahan penghinaan, dan merancang langkah medis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa mengungkap asal usulnya. Perseteruan batin antara identitas dan tanggung jawab menegaskan konflik hingga akhir.
Seorang ilmuwan jenius, Bena Yusa, peraih Nobel abad ke-21, menemukan unsur revolusioner dalam rumput ekor sapi yang memajukan dunia medis. Setelah tersambar petir, ia tercebur ke tahun 1980-an dan terbangun dalam tubuh wanita jahat yang kebetulan bernama sama. Tubuh itu menyimpan reputasi buruk: pemilik aslinya pernah berbuat banyak kejahatan, namun keluarganya justru memanjakannya. Kini Bena menghadapi dilema berat, memakai keahliannya untuk menolong keluarga yang memanjakan sosok yang selama ini disorot buruk, sekaligus menebus atau menahan bayang-bayang dosa pemilik tubuh. Ia harus bersandiwara, menahan penghinaan, dan merancang langkah medis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa mengungkap asal usulnya. Perseteruan batin antara identitas dan tanggung jawab menegaskan konflik hingga akhir.